Logo

Al-Munawwar

Logo

Ratusan Santri Ponpes Al-Munawwar Gelar Pawai Ta’aruf Meriahkan Hari Santri Nasional 2026

calendar_today 17 October 2026
person Muniroh
berita
Ratusan Santri Ponpes Al-Munawwar Gelar Pawai Ta’aruf Meriahkan Hari Santri Nasional 2026

Bojonegoro | Al-Munawwar_ Ratusan santri Pondok Pesantren Al-Munawwar Desa Kunci, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, menggelar pawai ta’aruf dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 pada Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB tersebut berlangsung meriah dengan mengambil titik start dari halaman Pondok Pesantren Al-Munawwar, kemudian berkeliling menyusuri wilayah Desa Kunci.

Peserta pawai terdiri atas santri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Kelompok Bermain (KB), TK, MI, MTs, hingga MA. Dengan penuh semangat, para santri mengikuti kegiatan sebagai bentuk rasa syukur, kebersamaan, sekaligus kecintaan terhadap agama dan tanah air.

Sebelum pemberangkatan pawai, kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin oleh pimpinan pondok pesantren Al-Munawwar K.H. Bardam Abd. Nasir, Dalam amanatnya, beliau menyampaikan sejarah dan peristiwa penting yang melatarbelakangi penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Beliau menjelaskan bahwa setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, perjuangan bangsa Indonesia belum sepenuhnya berakhir. Pasukan Sekutu masih berupaya mengambil alih kekuasaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, perjuangan mempertahankan kemerdekaan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk para ulama dan santri.

Dalam amanatnya, K.H. Bardam Abd. Nasir mengisahkan bahwa pada 19 Oktober 1945, Presiden Soekarno meminta pertimbangan kepada Hadrotus Syekh K.H. Hasyim Asy’ari mengenai hukum membela tanah air. Para ulama kemudian bermusyawarah di Surabaya untuk membahas kewajiban umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Musyawarah tersebut melahirkan Resolusi Jihad yang diumumkan pada 22 Oktober 1945. Resolusi ini menegaskan kewajiban umat Islam untuk mempertahankan tanah air dari ancaman penjajahan dan menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

“Dari sejarah ini, kita belajar bahwa santri memiliki peran besar dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Hari Santri bukan sekadar peringatan, tetapi juga pengingat agar para santri senantiasa meneladani perjuangan para ulama, mencintai tanah air, serta berjuang melalui ilmu dan akhlak,” pesan beliau kepada para santri.

Usai apel pemberangkatan, ratusan santri dengan penuh antusias mengikuti rute pawai mengelilingi Desa Kunci. Sepanjang perjalanan, suasana tampak semarak. Kegiatan berlangsung tertib dan aman dengan pengawalan anggota kepolisian dari Polsek Dander serta Bhabinkamtibmas, Bapak Agus Subagiyo.

Antusiasme peserta terlihat dari wajah ceria para santri, termasuk santri usia dini yang turut meramaikan kegiatan tersebut. Meski harus berjalan cukup jauh, semangat mereka tidak surut hingga kegiatan berlangsung.

Salah satu peserta pawai, Fahmi santri kelas IV MI Al-Munawwar, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan tersebut.

“Walaupun capek dan pegal di kaki, tapi saya senang sekali bisa ikut pawai bersama teman-teman,” ungkap Fahmi dengan penuh semangat.

Melalui kegiatan ini, keluarga besar Pondok Pesantren Al-Munawwar berharap semangat Hari Santri terus tumbuh dalam diri setiap peserta didik. Santri diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang mendalami ilmu agama, tetapi juga generasi berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Bagikan Berita Ini:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

forum

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!